Jawa Timur Siap Punya Event Audax

Jawa Pos - 15 Apr 2013

Simulasi 230 Km, Start Pukul 06.00, Finish Pukul 18.00

SURABAYA – Jawa Timur tampaknya sudah siap menjadi tuan rumah event Audax (long distance cycling) untuk kali pertama. Minggu kemarin (14/4) Jawa Pos menggelar simulasi terakhir. Menjajal rute sepanjang 230 kilometer (km) dari Surabaya menuju Pandaan, Malang, Batu, Pujon, Kandangan, Mojokerto, dan finis lagi di Surabaya. Simulasi itu melibatkan Surabaya Road Bike Community (SRBC) sebagai pendukung event, juga dikawal total oleh Polda Jawa Timur. Rencananya, Audax East Java 2013 diselenggarakan pada 30 Juni, sekaligus untuk merayakan Ulang Tahun Ke-64 Jawa Pos dan Ke-67 Bhayangkara.

Kemarin 42 cyclist mengikuti start dari Graha Pena Jawa Pos di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Seluruh simulasi dipantau langsung oleh suami istri Presiden Audax Indonesia Axel Moeller dan Tenne Permatasari. Event itu akan menjadi event resmi di bawah bendera Audax Indonesia, yang merupakan kepanjangan tangan resmi dari L’Union des Audax Francais (UAF), organisasi resmi Audax di Prancis.

Peserta tidak hanya berasal dari SRBC. Beberapa cyclist dari One Mille Pasuruan ikut serta plus wakil dari Tulungagung dan Kediri. Ikut serta pula dua pakar bike fitting dari Fitskuul Singapura, Choonwei Tay dan Timothy Lim (yang juga pembalap profesional internasional dari tim OCBC Singapore). Itu merupakan simulasi kedua Audax East Java. Tidak banyak perubahan dari simulasi pertama, kecuali tempat-tempat stop (istirahat). Simulasi kali ini juga diperlakukan layaknya geladi bersih.

Start pukul 06.00 WIB, para peserta melakukan touring dengan kecepatan yang terkontrol. Semua stop harus dicapai dalam waktu tertentu dan harus jalan lagi pada waktu yang ditentukan pula. Hingga akhirnya finis tepat pukul 18.00. ”Ini merupakan event Audax pertama di Jawa Timur. Dan ini event resmi di bawah Audax Indonesia. Kami ingin event ini nanti berlangsung sebaik dan seprofesional mungkin. Kami tidak ingin seperti beberapa event lain yang mengaku sebagai ’Audax’, tapi ternyata penyelenggaraannya asal-asalan. Karena itu, simulasi pun harus sangat serius,” kata Azrul Ananda, direktur utama PT Jawa Pos Koran, anggota SRBC.

Kemarin ada lima titik stop. Pertama Masjid Cheng Hoo di Pandaan, lalu Universitas Brawijaya Malang, Balai Kota Batu, Kantor Kecamatan Kandangan, dan terakhir Pendapa Kabupaten Mojokerto. Total waktu termasuk istirahat adalah 12 jam pas. Tapi, berdasar data komputer peserta, total masa bersepeda adalah 8 jam 42 menit. Kecepatan rata-rata di kisaran 26,5 km/jam. ”Simulasi yang ini memang lebih terorganisasi, lebih rapi, dan lebih tepat waktu. Terima kasih kepada teman-teman kepolisian. Pengamanan jauh lebih rapi,” komentar Sun Hin Tjendra, salah seorang founder SRBC.

Di Balai Kota Batu, rombongan juga disambut langsung sekaligus dijamu makan siang oleh Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Dia mendukung penuh Audax East Java. Bahkan, dia mengusulkan Batu bukan hanya tempat singgah sementara. ”Kalau bisa menginap di sini. Ini kan juga buat promosi Kota Batu,” ujarnya. ”Event ini sudah seperti event internasional bagi kami. Karena akan banyak peserta dari luar negeri. Jangan sampai mereka kecewa,” lanjutnya.

”Etape” paling indah kemarin adalah dari Batu ke Kandangan. Terlebih dulu menanjak ke Pujon, hampir 1.200 meter di atas permukaan laut, lalu turun-naik berkelok-kelok menuju Kandangan dengan pemandangan alam yang indah. ”Saya yakin, mereka yang pernah melewati daerah ini akan kembali lagi. Mungkin dengan keluarga atau teman yang lebih banyak lagi,” kata Samsul Ashar, wali kota Kediri.

Seusai simulasi, Axel Moeller mengaku puas dengan persiapan Audax East Java ini. ”Sangat menyenangkan melihat rute di sekitar Batu dan Pujon. Mengingatkan saya pada Pusuk Pass di Lombok,” ucap Moeller, yang memang menetap di Lombok. ”Simulasinya juga rapi, sudah seperti event yang sebenarnya. Tapi, nanti tetap harus ada improvement. Misalnya, start lebih pagi supaya finis tidak kemalaman,” lanjut pria 61 tahun itu.

Setelah simulasi tersebut, panitia dari Jawa Pos Cycling akan melakukan evaluasi dengan Polda Jatim, SRBC, serta Audax Indonesia. Begitu clear, semua regulasi dan pendaftaran akan langsung dimunculkan di situs resmi event, audaxeastjava.com. ”Pendaftaran, rencananya, kami buka mulai 1 Mei,” pungkas Rensy Dewi Bulan, event manager Jawa Pos.