Puas Nikmati Rute, Puas Nikmati Jatim

Jawa Pos - 02 Jul 2013

SEJUK: Peserta Audax East Java 2013 melintasi rute yang diapit tebing dan sungai di kawasan Pujon. Banyak cyclist asing yang menilai kawasan tersebut sangat cocok untuk bersepeda.

Banyak Cyclist Ingin ke Bromo

SURABAYA – Para peserta Jawa Pos Cycling Audax East Java 2013 presented by Mie Sedaap tidak hanya puas menikmati rute. Mereka juga puas menikmati keindahan alam Jawa Timur. Beberapa peserta bahkan menyempatkan diri menikmati destinasi wisata alam Jatim yang sangat terkenal.

Sebelum gowes pada Minggu lalu (30/6), tiga cyclist Singapura memang sengaja berwisata ke Gunung Bromo. Mereka adalah Joyce Leong, Hill Chin, dan George Wong. Agar bisa ke Bromo, mereka bertiga memang rela datang ke Surabaya sehari lebih awal, yakni Jumat lalu (28/6). Itu dilakukan agar mereka bisa berkeliling pada Sabtu (29/6) atau sehari sebelum bersepeda. ”Kami memang ingin jalan-jalan dulu sebelum bersepeda,” kata Joyce, yang juga pendiri komunitas bersepeda terbesar di Singapura,Joy Riders.

Mereka bertiga berangkat dari hotel pada pagi buta dengan menumpang kendaraan kolega mereka di Surabaya. Begitu tiba di Bromo, tiga cyclist itu langsung berkeliling lautan pasir. ”Sangat menakjubkan. Pemandangannya indah sekali. Luar biasa. Kami sampai terlalu lama berada di sana,” kata Wong. ”Saya baru tahu bahwa jaraknya sangat jauh. Tahu begini, saya akan lebih lama di sini,” tambahnya.

Beberapa cyclist sempat menyesal karena tidak mengikuti jejak Joyce ke Bromo. Namun, karena datang terlalu mepet, mereka tidak bisa memaksakan diri untuk pergi. ”Konon katanya itu adalah gunung terindah ketiga di dunia. Rugi kalau tidak ke sana,” kata cyclist Singapura Choonwei Tay. ”Mungkin tahun depan kalau ke sini lagi, saya akan menyempatkan diri ke Bromo. Saya belum pernah dengar, tapi dari yang dikatakan teman-teman cyclist, katanya menarik,” timpal cyclist Amerika Serikat Larry Sperling.

Beberapa cyclist yang tidak sempat berwisata tetap mengaku puas dengan pemandangan alam di sejumlah rute. Rata-rata mereka merasa sangat nyaman bersepeda di rute Pujon, Malang, turun menuju Kandangan, Kabupaten Kediri.

Rute Audax East Java 2013 memang didesain agar peserta bisa merasakan tantangan sekaligus hiburan. Etape awal dari Surabaya menuju Pandaan, Pasuruan, yang menyajikan karakter jalan cenderung flat bisa dianggap sebagai pemanasan long distance cycling 232 km. Etape selanjutnya dari Pandaan menuju Kota Malang mulai menyajikan tantangan karena banyak tanjakan panjang.

Para peserta memang harus berjuang keras untuk bisa menuntaskan etape ketiga dari Kota Malang menuju Kota Batu. Namun, perjuangan keras itu terbayar dengan panorama alam di sepanjang rute. Apalagi saat menjalani etape selanjutnya yang melintasi kawasan Pujon. Nuansa alam yang hijau plus udara sejuk khas dataran tinggi membuat mereka kembali bersemangat.

”Menyenangkan sekali bisa bersepeda di pinggir sungai. Kami tidak hanya capek bersepeda, tapi senang melihat pemandangan indah,” kata cyclist Jepang Miyuki Chida. ”Semuanya menarik. Saya sampai mikir, ini kok tidak ada bajaj dan asap. Kalau gowes di Jakarta, tidak lengkap rasanya tanpa bajaj dan asap,” kata cyclist Amerika Serikat John Benoit.

Manajer Event Jawa Pos Rensi Dewi Bulan mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang begitu antusias mengikuti Audax East Java. Dia berharap, event yang digelar untuk memperingati HUT Ke-64 Jawa Pos dan HUT Ke-67 Bhayangkara tersebut bisa menarik semakin banyak wisatawan ke Jawa Timur.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada para sponsor yang mendukung hingga terlaksananya acara itu. Mulai Mie Sedaap, Poly gon, Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim, Surabaya Road Bike Community (SRBC), PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan NTT, Thule, JTV sebagai media partner, hingga Astra BMW yang menyediakan support car. ”Tanpa dukungan para sponsor, acara ini tidak mungkin akan sukses,” katanya.(aga/c11/fat)