Bagaimana "Selamat" Menaklukkan Bromo 100Km ?

Jawa Pos - 27 Mar 2016

Lawan Godaan,Have Fun!

Oleh : Azrul Ananda
(Cyclist, Direktur Utama Jawa Pos Koran)

Tidak lama lagi, tepatnya 16 April 2016, Jawa Pos cling Bromo 100 Km bakal diselenggarakan. Ajang climbing terheboh ini akan diikuti hampir 1.000 cyclist, dari hampir seluruh Indonesia dandari belasan negara. Apa saja yang perlu dilakukan supaya bisa menuntaskan tantangan ini dengan baik, dan DENGAN JUJUR?


  1. BERLATIHLAH!

  2. PERCUMA punya sepeda paling ringan dan paling mahal kalau hanya jadi pajangan dan dipakai untuk rute-rute pendek serta datar. Kasihan desainer dan insinyur yang merancangnya, sudah sekolah sampai tinggi-tinggi tapi karyanya hanya dipakai untuk "bersepeda cantik". Untuk menaklukkan semua tantangan, apalagi yang seberat Bromo 100 Km, tidak ada cara lain selain berlatih. Aturlah waktu, luangkan waktu, cari cara, supaya bisa mengoptimalkan kemampuan ketika event nanti. Karena ini event menanjak, ya harus berlatih menanjak. Percuma pasang sproket 32 atau bahkan 34 dan 36 di belakang, kalau tidak pernah berlatih. Apalagi, Bromo 100 Km menuntut kita untuk menanjak konstan sekitar 30 km terakhir. Jadi, carilah tempat yang bisa melatih kemampuan menanjak secara konstan.

  3. MAKAN DAN MINUM YANG PAS

  4. BIASANYA, sebelum event besar, cyclist melakukan "carbo loading". Maksudnya, dua atau tiga hari sebelum event, makan agak banyak. Supaya punya "gudang" energi ketika dibutuhkan saat gowes habis-habisan. Makan agak banyak tentu tidak sembarangan. Makanan bersih dan sehat tetap yang terbaik. Badan Anda seperti mobil, kalau bensinnya jelek, ya performa jelek. Kalau bensinnya bagus, performa pun bagus. Hindari makanan berminyak. Ketika hari H, jangan makan kebanyakan. Isi perut secukupnya sebelum acara, jangan sampai kenyang. Lalu, saat acara isi sesuai kebutuhan. Minum juga harus sedikit demi sedikit. Percuma kebanyakan, malah merugikan. Karena badan kita tetap tidak bisa menyerap banyak makanan saat berolahraga berat. Acuan gampangnya: Minum satu teguk setiap 10-15 menit. Kalau bawa gel, makan satu setiap satu jam (atau 45 menit kalau intensitas tinggi alias ngebut). Saat pit stop, makan secukupnya saja.

  5. JANGAN MANJA, MINIMALISASI PENDAMPING

  6. CYCLING adalah endurance sport, bukan fashion show. Bukan juga olahraga untuk orang manja. Di event ini, berbagai fasilitas seperti makanan, minuman, mekanik, dan lain-lain disediakan. Minimalisasi pendamping Anda, karena mereka bisa mengganggu peserta yang lain. Panitia akan sangat membatasi, dan akan sangat keras menindak peserta yang terlalu manja dalam hal ini. Ingat, kalau ikut event ini, maka Anda berarti ingin menunjukkan bahwa Anda cyclist sejati. Jangan manja!

  7. PATUHI ATURAN DEMI SESAMA

  8. PERANGKAT dan penyelenggaraan event-event Jawa Pos Cycling mungkin termasuk yang paling rapi dan komplet. Tapi, di mana pun di dunia, event cycling tetap memiliki risiko. Penyelenggara bisa menyiapkan apa saja. Tapi, kalau pesertanya tidak patuh, tetap bisa membahayakan sesama. Saat event berlangsung, kenakan jersey Bromo 100 Km dan aksesorinya sesuai aturan, karena itu yang akan menandakan apakah Anda peserta atau bukan apabila ada masalah. Selalu menjaga posisi di belakang road captain, demi keselamatan juga. Selama event, jalan akan disterilkan di depan, dan acuannya adalah road captain di barisan terdepan. Rajinlah berkomunikasi. Kalau ada jalan yang tidak ideal, sampaikan ke sekeliling. Kalau ingin menyalip dari kanan atau kiri, bicaralah, jangan tiba-tiba lewat begitu saja. Supaya saling menjaga. Jangan zig-zag atau pindah jalur semaunya. Hargai cyclist yang lain, beri tahu kalau akan geser ke kiri atau ke kanan. Sekali lagi, demi keselamatan bersama.

  9. SADARI KEMAMPUAN ANDA SENDIRI

  10. BANYAK cyclist yang memaksakan ikut event ini walau tingkat kemampuannya mungkin belum seharusnya ikut. Ini tidak apa-apa, malah harus diacungi jempol karena mereka ingin menjajal kemampuan semaksimal mungkin. Hanya, ketika memang sudah tidak mampu lagi, tolong jangan paksakan diri. Demi keselamatan Anda sendiri dan orang lain. Kalau memang hanya kuat sampai pit stop kedua, tidak sampai puncak, itu tidak apa-apa. Jangan mencoba memaksakan kalau tidak mampu. event ini ada time limit-nya. Tolong hargai pula itu demi peserta yang lain.

  11. LAWANLAH GODAAN "SETAN"

  12. WALAU harus sadar atas kemampuan diri sendiri, di sisi lain, kadang kita juga tidak tahu kalau kita sebenarnya mampu. Banyak cyclist yang menyerah sebelum waktunya, padahal semestinya mereka sangat mampu. Jadi, ketika menanjak, melajulah sesuai kemampuan. Malah kalau perlu, jagalah kecepatan sedikit di bawah batas maksimal. Dengan demikian, lebih menjamin peluang untuk finis. Terlalu banyak orang yang memaksakan diri di awal, lalu gembos dan gagal finis. Jangan dengarkan ajakan teman untuk berhenti apabila masih mampu. Malah balas dan beri motivasi dia untuk terus lanjut. Lawan kita adalah diri kita sendiri. Ayo kita taklukkan diri kita sendiri!

  13. JANGAN JADI CYCLIST MEMALUKAN

  14. SEPEDA dibuat untuk dinaiki dan dikayuh pedalnya dengan kemampuan kita sendiri. Bukan untuk dinaiki, lalu kita "menggandol" pada kendaraan lain atau didorong orang lain. Kalau tidak kuat, lebih baik berhenti dulu, lalu lanjut lagi. Pada tahun-tahun sebelum ini, ada terlalu banyak pemandangan memalukan. Cyclist didorong cyclist lain mungkin masih oke, karena itu simbol solidaritas dan support. Tapi, alangkah memalukannya kalau sampai berhenti, naik mobil, lalu turun lagi dan naik sepeda lagi. Ini mau cycling atau naik-turun mobil? Ada juga yang sangat kreatif. "Anak buah"-nya disuruh membawa galah, lalu mendorongnya menanjak dengan galah itu. Sekali lagi, sepeda itu untuk tantangan pribadi, bukan olahraga untuk didorong-dorong dengan alat. Kalau memang tidak mampu, ya pilihannya dua: Berhenti, atau berlatihlah yang cukup!

  15. HAVE FUN!

  16. INI yang paling penting. Kita bersepeda untuk sehat, untuk kuat, dan untuk bersenang-senang. Selalu trenyuh melihat kebahagiaan peserta berbagi cerita dan berfoto bersama di garis finis. Karena mereka telah berjuang keras untuk meraihnya! (*)