Jika Saja Saya Punya Dua Kaki...

Jawa Pos - 15 Oct 2017

INDAH, TAPI PANAS MENYENGAT: Para cyclist melewati bekas tambang batu kapur Bukit Jaddih, Kabupaten Bangkalan, Madura, yang menjadi pit stop kedua ajang Gran Fondo Jawa Pos Suramadu 2017 kemarin.

SURABAYA - Panas Pulau Madura yang menyengat tidak membuat sebagian besar peserta Gran Fondo Jawa Pos (GFJP) Suramadu 2017 menyerah. Cyclist Belanda Harm De Vries yang mengayuh sepeda dengan menggunakan kaki kiri palsu salah satu yang punya kegigihan sangat kuat melawan cuaca sangat panas tersebut.


Pria 68 tahun itu kemarin melahap penuh rute sejauh 157 kilometer. Dia impresif karena berhasil finis di peloton tengah. De Vries mengungkapkan, jika saja masih memiliki dua kaki, dirinya bakal bisa finis lebih cepat. "Sebelum amputasi, saya lebih kuat. Saya harus melakukan amputasi empat tahun lalu karena pembekuan darah," jelas suami Nancy Dewi Ningsih itu.


De Vries mengatakan, sepanjang jalan, dirinya merasa aman lantaran pengamanan dari kepolisian begitu maksimal. Itulah yang membuatnya nyaman menyelesaikan rute dari Surabaya-Bangkalan-Surabaya itu. "Sangat aman. Di setiap perempatan banyak polisi. Tidak pernah berhenti," katanya.


Cuaca panas Madura juga memberi kesan tersendiri bagi peserta yang datang dari berbagai wilayah tanah air. Salah satunya Deskiniel yang datang dari Jayapura, Papua. " Ternyata Madura lebih panas dari Papua," celetuknya. "Kalau di Papua paling tinggi 36 (derajat Celsius). Masih banyak pohon juga di sana," ucap pegawai salah satu perusahaan BUMN tersebut.


Deskiniel datang bersama sembilan temannya yang terga- bung dalam Jayapura Cycling Club. Hal senada diucapkan asal Merauke, Like Stevanny. Ini menjadi kali kedua dia meng i kuti event sepeda yang digelar Jawa Pos. Saat diminta ma sukan untuk acara ini, dia ma lah menantang balik. " Bagaimana kalau diadakan di Papua?" ucap nya, lantas tersenyum.


Bukan hanya Stevanny yang ingin GFJP diadakan di kotakota lain. Rombongan Manado yang tergabung di Manado Cycling Mania mengaku tidak sabar tim Jawa Pos kembali menggelar event di kota mereka. Pada 26 Agustus lalu, Manado baru saja menjadi tuan rumah ajang Gran Fondo Jawa Pos Tondano 2017. (irr/c17/nur)


AGAR TIDAK DEHIDRASI: Bambang Priyambodo, peserta asal Semarang, menyemprotkan air ke mulutnya karena sangat haus ketika berada di Pulau Madura
MELEWATI DEBU: Cyclist asal Tangerang Selatan Vitri Oktaria saat melintasi kawasan yang panas dan sangat berdebu di wilayah Bukit Jaddih, Bangkalan, Madura, kemarin.
PANTANG MENYERAH: Cyclist asal Belanda berusia 68 tahun Harm De Vries berhasil finis pada ajang Gran Fondo Jawa Pos Suramadu 2017 meskipun hanya memiliki satu kaki.
MERIAH: Dari kiri, Marketing & Aftersales Service Director Honda Surabaya Center Wendy Miharja, Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Widodo Iryansyah, dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin (dua dari kiri) saat melepas peserta dari atas panggung Gran Fondo Jawa Pos Suramadu 2017.