Panas Jadi Latihan Efektif

Jawa Pos - 14 Mar 2016

MENGULAR: Peserta simulasi Jawa Pos Cycling Bromo 100 KM 2016 dari Surabaya Road Bike Community berada dalam rombongan besar. Sekitar 200 cyclist ikut dalam simulasi ini

Simulasi Jawa Pos Cycling Bromo 100 KM 2016

PASURUAN - Cuaca terik bisa menjadi tantangan bagi cyclist untuk menaklukkan tantangan dalam ajang Jawa Pos Cycling Bromo 100 KM pada 16 April mendatang. Kemarin (13/3) lebih dari 200 member Surabaya Road Bike Com munity (SRBC) melakukan simulasi, menjajal rute event. Yakni, mulai Mapolda Jatim sampai Pendapa Agung Desa Wo nokitri, Tosari, Pasuruan.

Start dimulai pukul 06.00. Para cyclist memulai perjalanan via trek yang relatif datar untuk menuju Kota Pasuruan.

Setelah cyclist menempuh jalan datar sepanjang 60 km, pit stop pertama bertempat di pendapa Kabupaten Pasuruan. Para peserta disambut Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf.

Pada kilometer 86, memasuki daerah Puspo, barulah cyclist disuguhi tanjakan yang cukup menantang. Pit stop kedua bertempat di KUD Sembodo Puspo. Wajah kelelahan para cyclist sudah terlihat. Tim medis menyatakan, hingga pit stop kedua, terhitung delapan cyclist kram.

Di Puspo, ketinggian mencapai 622 meter di atas permukaan laut. Para cyclist yang belum terbiasa dengan rute climbing akan mengalami kesulitan. Sebab, di km 80 hingga finis di km 100, cyclist harus menaklukkan trek full tanjakan dengan kemiringan maksimum 16 persen.

Itu ditambah dengan suhu yang meningkat tajam. Cuaca panas menjadikan jalur ke Gunung Bromo yang sejatinya punya view indah seketika berubah menjadi trek yang sangat menyiksa. Di tanjakan, kecepatan para peserta 7–10 km per jam.

Direktur Utama PT Jawa Pos Koran Azrul Ananda menyatakan, panasnya cuaca menjadikan tes rute Jawa Pos Cycling Bromo 100 KM kali ini cukup berat.

Meski begitu, tambah Azrul, cuaca panas tersebut sebenarnya bagus bagi para cyclist yang tergolong pemula untuk membiasakan diri dengan tantangan yang ada. "Buat yang latihan, ini latihan yang paling efektif karena terbilang lebih berat dari event-nya. Pengalaman tahun lalu, sampai Puspo panas, setelah itu dingin. Semoga di event sesungguhnya (16 April, Red), cuacanya tidak sepanas ini," imbuhnya.

Dengan peserta simulasi yang lebih dari 200 cyclist, Azrul menyatakan bahwa tes rute kali ini cukup representatif untuk menggambarkan ajang Jawa Pos Cycling Bromo 100 KM 2016. Rasio antara cyclist yang berhasil finis dan tidak, yang kuat serta tidak kuat, antara simulasi dan lomba bisa dikatakan hampir sama.

Ketua SRBC Khoiri Soetomo menyatakan, di trek Bromo 100 dengan medan yang full tanjakan, dibutuhkan strategi tersendiri.(nes/c11/nur)