Siap-Siap Bersepeda Mendaki Bromo

Jawa Pos - 14 Dec 2013

SURABAYA - Jawa Pos Cycling bakal kembali menggelar event bersepeda. Kali ini tantangannya adalah jalur Surabaya menuju kawasan Gunung Bromo sepanjang 100 kilometer. Acara bertajuk Bromo 100 Km itu digelar pada Maret mendatang.

Persiapan awal sudah dilakukan untuk menyongsong event tersebut. Salah satunya, simulasi rute yang diikuti sekitar 30 cyclist kemarin (14/12). Mayoritas berasal dari Surabaya Road Bike Community (SRBC). Mereka berkumpul di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr Ramelan, Surabaya, sejak pukul 05.00. Tepat pada pukul 06.00 rombongan berangkat menuju Pasuruan.

Rute awal tak terlalu berat. Jalur cenderung flat hingga tiba di pit stop pertama di Taman Joglo, Pasuruan, pada pukul 08.00. Jarak tempuhnya 57 km. Istirahat 25 menit dimanfaatkan untuk mengonsumsi snack dan menambah air minum. Rombongan lantas bersama-sama menuju kawasan Puspo.

Jalur selepas pit stop sedikit demi sedikit mulai naik. Tak lama kemudian, jalanan mulai berkelok-kelok tajam dengan tingkat kemiringan (gradien) mencapai delapan persen. Rute berliku itu mereka jalani sepanjang 22 km hingga berhenti di depan KUD Sembada Puspo (depan patung sapi) pada pukul 09.30.

Setelah patung sapi, tantangan paling berat akhirnya tiba. Mereka harus melahap rute terakhir sepanjang 17 km hingga puncak kawasan Gunung Bromo di Desa Wonokitri. Jika sebelumnya maksimal gradien hanya delapan persen, kali ini justru kemiringan minimal delapan persen.

Selain itu, rute banyak melintasi tikungan tajam. Sejumlah tikungan bahkan memutar 180 derajat. Di beberapa titik terdapat tanjakan konstan dengan gradien 9-9,5 persen. Apalagi, hujan turun diikuti kabut tebal. Alhasil, jarak pandang para cyclist semakin terbatas.

Tantangan pemungkas tersaji menjelang finis di Pendapa Agung Desa Wonokitri. Jalanan sempat menurun, tapi langsung naik dengan kemiringan 12 persen, 14 persen, hingga tembus 16 persen! Para peserta tiba di kawasan pendapa pada pukul 11.47. Itu berarti, dibutuhkan total waktu 5 jam 47 menit bersepeda (termasuk istirahat) dari Surabaya ke Wonokitri.

Meski berat, para peserta simulasi mengaku senang. "Sebelum patung sapi saya sempat lemes. Setelah itu kena hujan, malah power-nya ada lagi," kata Siswo Wardojo, salah seorang peserta.

Ketua SRBC Teddy Moelijono mengatakan, ajang Bromo 100 Km bakal menjadi tantangan mengasyikkan bagi para cyclist. Terutama bagi mereka yang hobi tanjakan. Rute tak hanya berat, tapi juga indah. "Apalagi, sekitar Juni nanti ada Audax East Java. Jadi, ini semacam pemanasannya dulu lah," katanya.

Direktur Utama PT Jawa Pos Koran Azrul Ananda yang ikut rombongan mengungkapkan bahwa rute itu merupakan tanjakan paling menantang di Jawa Timur. "Dengan pemandangan dan suasana yang indah, pantas bila ada acara khusus di sini," ujarnya.

"Sebab, menaklukkan tanjakan panjang ini akan memberikan kepuasan yang sangat berarti bagi penggemar olahraga sepeda. Yang pasti, ini tanjakan favorit saya. Panjang dan curam, tapi indah," imbuhnya.